Book · Comic Reading Challenge 2016 · Manga · Review

[Review] Diagram of Love

“Jika hari ini aku mulai terbang, pasti sayapku akan melewati suatu rute. Dan ke mana pun rute itu… pasti aku akan berpapasan lagi dengan orang yang tak kukenal.”

review - diagram of love
Kisah empat wanita dengan permasalahan cinta mereka masing-masing. Nirehara yang jatuh cinta pada kekasih kakaknya sendiri, Suzukake yang selalu menahan diri bahkan dalam hal-hal percintaan, Tochiki yang terpisah jarak jauh dengan pacarnya, dan Bodai dengan pertemuan pertama yang membuatnya bimbang. Inilah kisah cinta mereka yang penuh emosi.

📖 📖 📖 📖 📖

Mangaka Kusakawa yang sering membuat komik bertemakan supernatural ini, akhirnya membuat komik dengan tema slice-of-life yang agak ringan namun mempunyai makna yang sangat mendalam bagi para pembaca, khususnya wanita karir yang membagi hidupnya dengan pekerjaan dan percintaan. Komik ini terdiri dari 4 cerita dengan 4 orang wanita karir dan permasalahan cinta mereka masing-masing. Walau mereka tidak saling kenal, tapi mereka terhubung dengan sebuah dorongan “semangat dan keberanian”.

Case pertama menceritakan seorang wanita karir bernama Nirehara Saeko yang memendam rasa suka pada atasannya – Seto-san. Namun Nirehara belum berniat untuk mengutarakan rasa sukanya pada Seto-san dan tetap memendamnya dalam hati. Suatu ketika, Seto-san berkenalan dengan kakak Nirehara, alhasil tak berapa lama Seto-san memberitahu pada Nirehara bahwa dia akan melamar kakaknya. Syok mendengarnya, Nirehara pun mencari alasan untuk tidak menghadiri acara lamaran Seto-san dan kakaknya. Saat Nirehara berada di bandara, tasnya tertukar dengan sesorang dan ketika hendak melaporkannya pada petugas bandara, ia dikejutkan oleh seorang ibu penjual yang mengatakan bahwa ada barang penting miliknya yang dititip padanya. Barang yang ditujukan untuk “Saeko” itu sebenarnya bukan miliknya, namun sebuah kejutan dalam barang itu membuatnya tersadar bahwa ia harus mengeluarkan keberaniannya.

Case kedua menceritakan seorang wanita tangguh bernama Suzukake yang selalu dijuluki pendekar hanya karena namanya. Walaupun tangguh seperti pendekar, tapi diam-diam Suzukake memendam perasaan kepada senior di tempat kerjanya – Ichinomiya. Seperti adegan drama percintaan pada umumnya, tidak ada rival cinta tentu saja terasa hambar. Teman sekerja sekaligus rival Suzukake adalah Toyokawa, wanita cantik yang membuat semua pria terpikat dengannya. Toyokawa juga menyukai Ichinomiya dan tanpa malu-malu mendekati Ichinomiya dengan berbagai macam cara, termasuk memanas-manasi Suzukake dengan kata-kata yang manis saat mereka sedang berada di penginapan karena ada dinas keluar. Ketika mereka bertiga sedang berdiskusi tentang tugas dinas mereka di sebuah kafe, tiba-tiba Toyokawa ingin meminjam hasil rekaman penjelasan kerjasama kantor mereka dengan perusahaan yang mereka ajak kerja-sama. Namun yang terdengar adalah sebuah percakapan “menyindir” Suzukake dan atasan pihak perusahaan yang mereka ajak kerjasama tentang sifat Toyokawa, sehingga Toyokawa merasa ia dijelek-jelekkan oleh Suzukake. Masih dalam keadaan marah, Toyokawa meneruskan untuk mendengar percakapan itu, namun yang ia dengar sekarang adalah kebalikannya. Berkat rekaman tadi dan sebuah kata-kata yang dilontarkan oleh wanita yang memanggilnya karena tas mereka tertukar, di hadapan Ichinomiya dan Toyokawa, Suzukake pun memberanikan dirinya mengatakan hal penting yang membuat seluruh kafe bertepuk tangan.

Case ketiga menceritakan hubungan jarak jauh antara Tochiki Mahiru si penata rambut dan Kani yang seorang chef. Tochiki yang mengambil cuti berencana untuk bertemu dengan Kani yang sedang bekerja di Sapporo dan menghubungi pacarnya itu. Namun hasilnya, mereka bertengkar dan berperang mulut ditelepon. Tapi hal ini tidak menggoyahkan hati Tochiki untuk bertemu dengan orang yang sangat disayanginya itu. Akhirnya hari cuti pun tiba, Tochiki pun berangkat ke Sapporo dan bertemu dengan Kani. Awalnya mereka menikmati kencan dengan baik-baik saja, tapi karena Kani yang agak lelah karena kerjanya malah selalu ketiduran tiap mereka pergi kencan. Tochiki pun mengatakan pada Kani untuk tidak memaksakan diri karena Tochiki sudah senang bisa bertemu Kani. Sayang, mungkin karena masih kelelahan, Kani pun tidak terima kalau Tochiki berkata seperti itu. Perang mulut pun dimulai. Masing-masing mempertahankan egonya. Sampai akhirnya, Tochiki pulang kembali ke Tokyo tanpa memberi kabar kepada Kani. Tochiki yang masih bimbang terhadap hubungannya dengan Kani tersentak oleh sebuah pernyataan cinta dari seorang pengunjung di kafe itu. Kata-katanya membuat Tochiki mengingat kembali masa-masa dimana ia memulai hubungan dengan Kani. Berkat kata-kata itu pula, Tochiki berniat kembali ke Sapporo. Namun ia terkejut saat seseorang memanggil namanya, nama depannya.

Case terakhir menceritakan tentang pertemuan pertama Bodai si perawat dan Anjyo. Bodai datang ke Tokyo untuk bertemu dengan seniornya – Inuyama Saeko yang sangat dikaguminya. Awalnya hubungan senior-junior ini baik-baik saja, namun ketika pacar Saeko tiba-tiba berkunjung mood Saeko tiba-tiba berubah dan Bodai merasa bahwa ia terlalu ikut campur dengan kehidupan seniornya itu. Walaupun hubungan Bodai dan Saeko agak renggang, namun Bodai tetap bersemangat untuk pergi ke Tokyo Skytree bersama seniornya itu, bahkan sudah mem-booking-kan tiketnya. Sayangnya, Saeko tidak kunjung datang. Di saat Bodai lagi sedih, tiba-tiba ia sadar kalau gantungan hpnya jatuh entah dimana. Bodai pun menuju ke bagian informasi dan ia bertemu seorang pemuda yang memungut gantungan hpnya dan hendak menyerahkan ke petugas informasi. Bodai pun maju dan memberitahu bahwa gantungan hp itu miliknya. Mungkin karena takdir, Bodai dan Anjyo bertemu lagi ketika tidak sengaja ingin membantu wisatawan yang meminta tolong memotretkan mereka. Bodai dan Anjyo pun saling berkenalan dan menghabiskan waktu mereka berkunjung ke observatorium di Tokyo Skytree. Sebelum pulang, Bodai bertukar email dengan Anjyo, dan ketika Bodai sendiri lagi tiba-tiba seniornya datang dan meminta maaf pada Bodai karena hpnya mendadak mati. Bodai pun menghabiskan waktu tersisanya di Tokyo bersama seniornya. Saat hendak pulang  kembali ke Kagawa, Bodai menerima email dari Anjyo bahwa jika mereka kembali lagi ke Tokyo mereka akan ke tempat yang paling tinggi. Mendapat pesan dari pemuda yang baru dikenalnya, Bodai berharap mungkin ia akan jatuh cinta dengan Anjyo.

“Setengah mati berusaha menyampaikan perasaan adalah langkah awal yang tak tergantikan.”

Sebuah kata-kata yang memberi semangat walaupun dari orang yang tidak kita kenal dan baru pertama kali bertemu dapat memberi kita sebuah dorongan keberanian untuk tetap maju ke depan. Seperti Saeko yang mendapatkan barang titipan dengan sebuah kejutan yang membuatnya untuk berani berterus terang dengan perasaannya, Suzukake yang harus melepaskan “zirah” tangguhnya untuk menyampaikan perasaannya, Tochiki yang bangkit kembali berkat sebuah pernyataan cinta dari salah satu pengunjung di kafe, serta Bodai yang akan melangkah maju dan berharap jatuh cinta pada Anjyo.

Yang menarik dari komik ini adalah mangaka Kusakawa menggambarkan jenis koper yang dibawa oleh masing-masing karakternya. Saeko menggunakan abs/polycarbonate luggage 39L, Suzukake polyester luggage 25L, Tochiki polycarbonate 63L, dan Bodai oilcloth luggage 53L. Kemudian Kusakawa-san membuat karakter-karakter ini bertemu di bandara Tokyo dan inilah yang membuat 4 wanita karir yang tak saling kenal terhubung oleh sebuah jalinan kata yang memberi semangat kepada diri mereka masing-masing. Oh ya, Kusakawa-san juga menyelipkan bonus oneshot dimana semua karakter dan pasangannya bertemu bersama di sebuah kafe.

Nah, bagi yang suka dengan tema slice-of-life tidak ada salahnya untuk membaca komik ini. Selain ceritanya menarik, gambarnya yang sederhana, juga terdapat beberapa kata-kata yang membuat para pembaca untuk mempunyai keberanian dan semangat, khususnya kejujuran pada diri sendiri.

“Hanya dengan satu suara itu, seluruh sel di tubuhku menjadi riuh. Tetapi, justru karena itulah keberanianku ini memberi rasa yang berbeda.”

🔎 Info buku
Judul asli : 今日の恋のダイヤ (Kyou no Koi no Daiya)
Mangaka : KUSAKAWA Nari
Tipe : Manga
Genre : Drama, romance, shoujo, slice of life
Bahasa : Indonesia
Penerbit asal : Hakusensha
Penerbit Indonesia : Elex Media Komputindo
Status : 1 volume, tamat
ISBN : 9786020281438
Rating : 🌸🌸🌸🌸

📖 📖 📖 📖 📖

*) Review ini diikutsertakan dalam Comic Reading Challenge 2016
Rookie

Advertisements

5 thoughts on “[Review] Diagram of Love

      1. loe baca berulang-ulang? niat banget 😀 gue baca sekali buat baca, sambil baca lipet halaman yang menarik atau pakai post it trus pas mau buat review baca ulang halaman yang udah diberi tanda 😀 kalau bukunya bagus bisa-bisa tiap halaman gue lipet …

        Like

      2. ehehe, aku mang suka baca ulang buku yg dah ku baca, apalagi kalo buku paling favorit macam Alice in Wonderland & sekuelnya, gak bakal absen baca-nya.
        ntah orang lain mungkin dah bosan karena dah tau storynya, tapi kalo aku bisa baca buku sambil mencari sudut pandang yg lain.
        bisa dari sudut pembaca, bisa juga dari sudut karakter itu sendiri, atau dari sudut penulisnya 😊

        Liked by 1 person

      3. dulu gue suka baca ulang buku yang gue suka sampai bukunya lecek… semenjak kuliah, udah mulai jarang baca ulang buku.. beberapa buku yang gue kasih bintang lima juga ngga semuanya gue baca ulang.. yang gue baca ulang bisa dihitung jari… tapi iya sih pas baca ulang biasanya jadi menyadari hal lain yang tidak disadari saat baca pertama 😀

        Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s